Berhasrat mengukir senyum tertulus demi keriangan setiap hati.
Seberapa lebarkah senyum dikembangkan?
Tatapan yang seperti apa hendak diuraikan?
Gerak tubuh yang bagaimana supaya terbacakan?
Seberapa seringkah haras dilakukan?
Terbersit meski sesaat...mungkinkah setiap hati membaca pesan-pesan ketulusan itu? Atau hati hati itu hanya menerima dengan palsu atau sebenarnya bisu, bahkan mati rasa?
Jauh dikedalaman rasa, tulus jugakah senyum yang tersampaikan?
Hati...ada apa didalamnya? Senyum ketulusan...seperti apa sesungguhnya?
Sabtu, 22 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar